Manusia
itu ciptaan Allah SWT yang memiliki kelebihan sekaligus kekurangan.
Kesempurnaan itu memang hanya milik Allah SWT, Sang Pencipta. Sepenggal
pelajaran berharga dari seorang pemijat tuna netra yang bernama Sus Wati. Ada
keraguan saat pertama kali memutuskan untuk dipijat olehnya. Apakah seorang
tuna netra mampu memijat dengan baik dan mengetahui letak urat untuk dia pijat?
3
minggu setelah terjatuh dan terkilir karena menuruni anak tangga sambil
mengobrol, mata kaki kiri semakin membengkak dan sering kram. Untuk shalat
secara benar pun sulit. Sholat hanya dapat dilakukan dengan cara duduk dan itu
sungguh tidak nyaman. Akhirnya, datang ke panti pijat tuna netra Santa di
daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Rekomendasi yang memijat adalah Sus Wati.
Seorang wanita paruh baya dan berkacamata hitam. Dia datang menghampiri penulis
di kamar pijat dan menanyakan keluhan yang penulis alami. Dia terkejut karena
penulis dapat bertahan dengan kondisi mata kaki bengkak selama 3 minggu.
Rasa
sakit luar biasa saat proses pemijatan dilakukan. Ada yang berbeda dari caranya
memijat. Dia dapat memijat sesuai dengan arahnya urat dan dengan tekanan yang
pas. Lama kelamaan rasa sakit berkurang. Kemudian dia kompres mata kaki yang
sakit dengan handuk hangat. Sus Wati berpesan agar rajin mengoleskan minyak
gosok hangat setiap hari. Bila masih sakit, dia menyarankan untuk kembali dalam
3 hari ke depan.
Penulis
memberanikan diri untuk bertanya, bagaimana cara dia memijat meski tidak dapat
melihat dengan baik? Jawabannya sederhana, yaitu dia sudah belajar memijat dan
lulus berijasah. Dengan bantuan jemari tangannya, dia dapat merasakan mana urat
yang salah letak dan harus dia perbaiki. Tidak lupa dia terus memanjatkan doa
sambil memijat. Pantas saja, mulutnya terlihat bergerak seperti mengucapkan
sesuatu dengan suara yang lirih. Dia meyakini bahwa hanya Allah SWT yang dapat
menyembuhkan. Dia hanya perantara saja.
Allah
SWT memang Maha Adil. Memberikan nikmat lebih untuk menutupi satu kekurangan.
Sekarang kaki kiri ini sudah membaik. Shalat pun sudah dapat kembali seperti
semula. Semoga Allah SWT selalu memberikan ridhoNya ke Sus Wati agar terus
dapat menolong sesama.
No comments:
Post a Comment