
Anak
adalah buah hati kita. Generasi penerus bangsa yang berhak dan wajib
mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik. Anak juga sama dengan orang
dewasa, mereka memiliki hak untuk mengekspresikan dirinya. Menggurui atau mendikte
mereka hanya akan membuat mereka stress dan menghambat tumbuh kembangnya.
Lalu,
bagaimana cara mendidik anak tanpa mengguruinya? Coaching adalah salah satu
pendekatan yang pas untuk mendidik anak. Coaching akan membuat anak lebih
mengekspresikan dirinya dan membantu menggali potensi terbesar dalam diri.
Allah SWT menciptakan manusia dengan begitu sempurna. Bila ada sisi negatif,
pasti akan ada sisi positif. Bila ada masalah, pasti ada jalan keluarnya.
Sudah
sepatutnya tiap orangtua belajar bagaimana menjadi Coach bagi anak-anaknya.
Tidak sulit, namun juga tidak mudah. Mengapa? Karena seorang Coach harus sabar
mendengarkan tanpa memberi solusi atau mengarahkan untuk mengambil solusi
tertentu. Sabar memang kunci utamanya. Saya akan memberikan sedikit gambaran
bagaimana melakukan coaching dengan anak. Nah, karena orangtua sebagai Coach,
maka orangtua yang mencari tahu tujuan anak. Silakan simak dengan baik.
1. Menurut
anda, anak bermasalah dan ingin dia menjadi seperti yang anda harapkan. Ajak
anak bicara dari hati ke hati berdua saja.
2. Biarkan
anak menjawab. Apapun jawabannya, orangtua harus mendengarkan dengan sabar
tanpa menyela apalagi membantahnya.
3. Tanyakan
alasan atas jawabannya di poin 2 dengan kalimat yang menggali beberapa jawaban.
4. Kemudian
minta anak membuat skala dari 1-10 atas jawabannya. Pilih yang dominan.
5. Tanyakan
tujuannya atau apa yang ingin anak capai. Apakah itu baik untuk masa depannya
atau tidak. Biarkan dia yang menjawab. Bila tujuannya tidak sesuai dengan
harapan orangtua, sebaiknya orangtua hanya memberi saran saja tanpa memaksa.
6. Bila
anak sudah memutuskan apa yang menjadi tujuannya, persilakan anak yang membuat
rencana untuk hidupnya dan langkah-langkah untuk mencapainya.
7. Orangtua
memonitor perkembangannya dari hari ke hari. Beri motivasi untuk menambah
semangat anak.
Dari proses coaching ini, orangtua
akan mengetahui potensi anak yang terpendam. Tugas orangtua sekarang adalah
terus mendampingi dan membimbingnya. Anak akan menjalankan sesuai dengan
keinginannya dan tanpa paksaan.
Pada prakteknya, proses coaching
memang tidak sesederhana itu. Semua tergantung masalah dan tujuan yang akan
dicapai. Banyak sekali sisi positif dengan melakukan coaching, antara lain:
melatih kesabaran, menumbuhkan rasa saling mengerti dan memahami, serta rasa
tanggungjawab untuk mencapai satu tujuan mulia. Semoga artikel ini bermanfaat
dalam proses mendidik dan mengasuh anak.
Salam Bahagia,
Sri Widi Handayani Soekarno l Inspiring Family Coach
WA 081314507916