Friday, September 30, 2016


Do and Don't Kepada Pasangan Kita



Siapa saja harus selalu belajar. Terutama sekali belajar utuk memperbaiki diri. Kunci sukses seseorang adalah dapat dilihat dari bagaimana kesediaan dia dalam merubah dirinya. 
Meminta seseorang untuk berubah, itu hanyalah keegoisan semata. Dalam berumahtangga, bukan hanya Cinta dan Uang yang berbicara. Perlu saling pengertian dan pemahaman. Bom Waktu dalam berumah tangga pun bisa meledak kapan saja. Usia pernikahan bukan jaminan pasangan tidak bermasalah atau memendam problem. 

Yuk kita simak bersama materi kelas online via WA. Tidak mahal untuk investasi ilmu. 

Salam Bahagia,

Sri Widi Handayani Soekarno l Inspiring Family Coach
WA 081314507916

Wednesday, September 21, 2016

Build Your Successful Mind with NLP and Personal Branding

Sudahkah Anda menemukan kunci kesuksesan Anda?
Sudahkah Anda membuka gerbangnya?
Akankah Anda biarkan diri Anda menjadi penonton atau sekaranglah saatnya untuk meraih kesuksesan?
Apakah Anda memiliki keinginan besar untuk sukses tapi tidak tahu bagaimana caranya?

Temukan Rahasia -nya sekarang...
Dapatkan kunci dan jadilah SUKSES !

"Build Your Successful Mind With NLP and Personal Branding"
Bersama: Helmi F.Wandara, S.Mn, MT.MDNLP, MT.FNLP
Bonus Balancing Life with Inspiring Family Methods bersama: Coach Sri Widi Handayani Soekarno, SE, MPB, MNLP, AoS, CMC

Plus dapat ebook, video dll seharga 500rb 3 GB.
Plus FREE membership #motivaself (Komunitas pemberdayaan diri)
PLUS diskon setiap kali ada training by #Motivaself
PLUS..Plus... kesempatan menjadi reseller,
PLUS..Plus..plus... diinvite group tersendiri, ada meet up rutin
PLUS...Plus..plus..plus............ update materi sebulan 1x
So...
Masih menunda??
Pastikan Anda TERCATAT 
di:
Hotel NEO 
Mangga Dua Square
Jl. Gunung Sahari Raya No.1
Minggu, 16 Oktober 2016 Pukul 09.30-16.30 WIB
Biaya : Rp.1.500.000,-
Ups...mau Early bird?
Ok"... s/d tgl 26 September 2016 hanya Rp.750.000,-
WOW dengan BENEFIT se- KEREEN itu.. 
Dan dgn Mengajak 3 peserta, GRATIS 1 orang?

Pendaftaran hubungi: WA 081314507916

Thursday, September 8, 2016

3 Kata Wajib Orangtua Perkenalkan pada Anak


Orangtua adalah pesantren dan perpustakaan pertama untuk anak. Segala bentuk dasar pendidikan agama, akhlak dan etika adalah berasal dari mereka. Namun, sayang sekali banyak orangtua yang kurang memiliki waktu untuk berinteraksi dengan anak. Tidak heran banyak anak saat ini yang kurang memahami agama, tatakrama atau etika serta akhlak yang baik. Mungkin kesibukan atau ketidaktahuan orangtua sehingga hal seperti tersebut luput dari jangkauan mereka. Orangtua adalah gabungan dari dua pribadi yang memiliki latar belakang yang berbeda. Alhamdulillah bila keduanya berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi agama, akhlak dan etika. Tidak sulit bagi keduanya untuk menurunkan atau mewariskan kepada anak.
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh besar dan cukup segalanya serta sukses kelak di kemudian hari. Umumnya, mereka akan menyerahkan semua tanggungjawab pendidikan agama, akhlak dan etika kepada sekolah. Mereka lupa akan tanggungjawab utama terhadap anak. Dalam benak mereka, kewajiban utama adalah memenuhi keuangan saja.
Saya akan berbagi 3 kata wajib yang sesungguhnya harus orangtua perkenalkan sejak dini. Sejak anak mengenal kata dan bicara. Pembiasaan kepada anak akan membuat mereka merekam dalam otak bawah sadarnya dengan baik. 3 kata wajib ini akan berpengaruh besar dalam pergaulan anak. Saya yakin ini akan mempererat persahabatan serta memperluas pergaulan anak. Teman-temannya bahkan orangtua temannya akan senang bergaul dengan anak anda. Dan, orang akan bertanya “Siapa orangtua dari anak itu?"
Ketiga kata wajib itu adalah:
1.      Terimakasih
Banyak anak dan orang dewasa yang cukup sulit untuk mengeluarkan kata terimakasih. Entah mengapa. Silakan perhatikan di lingkungan sekitar anda atau bahkan Tanya diri anda sendiri. Apalagi saat anda menyuruh orang dengan tingkatan derajat (menurut anda) lebih rendah dari anda. Misalnya: bawahan, supir, pembantu rumah tangga, tukang parker di jalan dan sebagainya. Bayangkan, mereka tentu akan senang bila hasil kerja mereka anda hargai dengan satu kata ajaib yaitu Terimakasih.
2.      Tolong
Ini adalah kata yang sering lupa untuk anda atau anak lupa untuk ucapkan bila meminta bantuan dari orang lain. Kesan memerintah dengan tidak sopan akan tertanam saat anda melupakan satu kata ini. Coba anda bedakan dua kalimat ini.
“Ambilkan sepatu saya sekarang.”
“Tolong ambilkan sepatu saya sekarang.”
Mana yang lebih indah menurut anda? Coba tempatkan diri anda seperti orang yang menerima perintah. Pasti berbeda.
3.      Maaf
Sering orang lupa untuk mengucapkan satu kata ini dengan alasan gengsi belaka. Ada kesan kalah atau rendah bila kata ini terucap. Sayang sekali ini terbawa terus dan anak pun menjadi meniru. Padahal kata ini akan membuka hati lawan bicara anda. Mereka akan lebih menghargai anda dan bersedia mendengarkan kalimat anda berikutnya dengan baik.
Memang satu kata itu memiliki banyak makna. Makna tersirat dan tersurat. Dari satu kata saja, anda dapat memperoleh teman atau musuh sekaligus. Bijaklah dalam merangkai kata. Bila anda ingin anak sukses dan bahagia kelak di kemudian hari, silakan perkenalkan ketiga kata ajaib ini sejak dini.

Salam Bahagia,
Sri Widi Handayani Soekarno l Inspiring Family Coach
WA 081314507916


Sunday, September 4, 2016

Bagaimana Meng-Coaching Anak


Menyambut Idul Adha ini, saya akan memberikan PROMO training sehari "Bagaimana Meng-Coaching Anak." Silakan join sambil tetap bisa mengasuh anak di rumah karena training online via WA dan privat. Tujuan saya adalah ingin mengajak para orangtua menyadari bahwa anak jaman sekarang berbeda dengan saat kita muda dahulu. Mereka jauh lebih kritis dari kita dan cenderung enggan untuk digurui. 

Semoga saja training ini bermanfaat untuk mengenal anak lebih jauh lagi.

Salam Bahagia,
Sri Widi Handayani Soekarno l Inspiring Family Coach
WA 081314507916

Meng-Coaching Anak, Perlukah?

Anak adalah buah hati kita. Generasi penerus bangsa yang berhak dan wajib mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik. Anak juga sama dengan orang dewasa, mereka memiliki hak untuk mengekspresikan dirinya. Menggurui atau mendikte mereka hanya akan membuat mereka stress dan menghambat tumbuh kembangnya.
Lalu, bagaimana cara mendidik anak tanpa mengguruinya? Coaching adalah salah satu pendekatan yang pas untuk mendidik anak. Coaching akan membuat anak lebih mengekspresikan dirinya dan membantu menggali potensi terbesar dalam diri. Allah SWT menciptakan manusia dengan begitu sempurna. Bila ada sisi negatif, pasti akan ada sisi positif. Bila ada masalah, pasti ada jalan keluarnya.
Sudah sepatutnya tiap orangtua belajar bagaimana menjadi Coach bagi anak-anaknya. Tidak sulit, namun juga tidak mudah. Mengapa? Karena seorang Coach harus sabar mendengarkan tanpa memberi solusi atau mengarahkan untuk mengambil solusi tertentu. Sabar memang kunci utamanya. Saya akan memberikan sedikit gambaran bagaimana melakukan coaching dengan anak. Nah, karena orangtua sebagai Coach, maka orangtua yang mencari tahu tujuan anak. Silakan simak dengan baik.
1.      Menurut anda, anak bermasalah dan ingin dia menjadi seperti yang anda harapkan. Ajak anak bicara dari hati ke hati berdua saja.
2.      Biarkan anak menjawab. Apapun jawabannya, orangtua harus mendengarkan dengan sabar tanpa menyela apalagi membantahnya.
3.      Tanyakan alasan atas jawabannya di poin 2 dengan kalimat yang menggali beberapa jawaban.
4.      Kemudian minta anak membuat skala dari 1-10 atas jawabannya. Pilih yang dominan.
5.      Tanyakan tujuannya atau apa yang ingin anak capai. Apakah itu baik untuk masa depannya atau tidak. Biarkan dia yang menjawab. Bila tujuannya tidak sesuai dengan harapan orangtua, sebaiknya orangtua hanya memberi saran saja tanpa memaksa.
6.      Bila anak sudah memutuskan apa yang menjadi tujuannya, persilakan anak yang membuat rencana untuk hidupnya dan langkah-langkah untuk mencapainya.
7.      Orangtua memonitor perkembangannya dari hari ke hari. Beri motivasi untuk menambah semangat anak.
Dari proses coaching ini, orangtua akan mengetahui potensi anak yang terpendam. Tugas orangtua sekarang adalah terus mendampingi dan membimbingnya. Anak akan menjalankan sesuai dengan keinginannya dan tanpa paksaan.
Pada prakteknya, proses coaching memang tidak sesederhana itu. Semua tergantung masalah dan tujuan yang akan dicapai. Banyak sekali sisi positif dengan melakukan coaching, antara lain: melatih kesabaran, menumbuhkan rasa saling mengerti dan memahami, serta rasa tanggungjawab untuk mencapai satu tujuan mulia. Semoga artikel ini bermanfaat dalam proses mendidik dan mengasuh anak.

Salam Bahagia,
Sri Widi Handayani Soekarno l Inspiring Family Coach
WA 081314507916