Sunday, September 4, 2016

Meng-Coaching Anak, Perlukah?

Anak adalah buah hati kita. Generasi penerus bangsa yang berhak dan wajib mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik. Anak juga sama dengan orang dewasa, mereka memiliki hak untuk mengekspresikan dirinya. Menggurui atau mendikte mereka hanya akan membuat mereka stress dan menghambat tumbuh kembangnya.
Lalu, bagaimana cara mendidik anak tanpa mengguruinya? Coaching adalah salah satu pendekatan yang pas untuk mendidik anak. Coaching akan membuat anak lebih mengekspresikan dirinya dan membantu menggali potensi terbesar dalam diri. Allah SWT menciptakan manusia dengan begitu sempurna. Bila ada sisi negatif, pasti akan ada sisi positif. Bila ada masalah, pasti ada jalan keluarnya.
Sudah sepatutnya tiap orangtua belajar bagaimana menjadi Coach bagi anak-anaknya. Tidak sulit, namun juga tidak mudah. Mengapa? Karena seorang Coach harus sabar mendengarkan tanpa memberi solusi atau mengarahkan untuk mengambil solusi tertentu. Sabar memang kunci utamanya. Saya akan memberikan sedikit gambaran bagaimana melakukan coaching dengan anak. Nah, karena orangtua sebagai Coach, maka orangtua yang mencari tahu tujuan anak. Silakan simak dengan baik.
1.      Menurut anda, anak bermasalah dan ingin dia menjadi seperti yang anda harapkan. Ajak anak bicara dari hati ke hati berdua saja.
2.      Biarkan anak menjawab. Apapun jawabannya, orangtua harus mendengarkan dengan sabar tanpa menyela apalagi membantahnya.
3.      Tanyakan alasan atas jawabannya di poin 2 dengan kalimat yang menggali beberapa jawaban.
4.      Kemudian minta anak membuat skala dari 1-10 atas jawabannya. Pilih yang dominan.
5.      Tanyakan tujuannya atau apa yang ingin anak capai. Apakah itu baik untuk masa depannya atau tidak. Biarkan dia yang menjawab. Bila tujuannya tidak sesuai dengan harapan orangtua, sebaiknya orangtua hanya memberi saran saja tanpa memaksa.
6.      Bila anak sudah memutuskan apa yang menjadi tujuannya, persilakan anak yang membuat rencana untuk hidupnya dan langkah-langkah untuk mencapainya.
7.      Orangtua memonitor perkembangannya dari hari ke hari. Beri motivasi untuk menambah semangat anak.
Dari proses coaching ini, orangtua akan mengetahui potensi anak yang terpendam. Tugas orangtua sekarang adalah terus mendampingi dan membimbingnya. Anak akan menjalankan sesuai dengan keinginannya dan tanpa paksaan.
Pada prakteknya, proses coaching memang tidak sesederhana itu. Semua tergantung masalah dan tujuan yang akan dicapai. Banyak sekali sisi positif dengan melakukan coaching, antara lain: melatih kesabaran, menumbuhkan rasa saling mengerti dan memahami, serta rasa tanggungjawab untuk mencapai satu tujuan mulia. Semoga artikel ini bermanfaat dalam proses mendidik dan mengasuh anak.

Salam Bahagia,
Sri Widi Handayani Soekarno l Inspiring Family Coach
WA 081314507916



No comments:

Post a Comment