
GREEN PROPERTY Solusi untuk Dunia, Indonesia, dan Masa Depan Kita
Himbauan “Go Green! mari menanam
pohon!” yang dikampanyekan oleh semua pihak termasuk pimpinan negara, PBB dan
badan dunia lainnya belum efektif karena masyarakat tidak langsung tergerak
untuk menanam pohon. Padahal produksi kendaraan bermotor dan tambang minyak
bumi setiap hari terus bertambah, produksi rokok dan industri lainnya yang
menghasilkan karbon dioksida, CO2 terus bertambah yang otomatis menyebabkan
Global Warming semakin parah dan bisa menyebabkan bencana alam dimana-mana.
Sisi lain negara Indonesia masih
dililit hutang yang amat besar, banyaknya produk impor menyebabkan nilai tukar
mata uang rupiah semakin melemah. Lebih parah lagi, Indonesia pernah
mendapatkan penghargaan sebagai perusak hutan tercepat di Dunia karena
kehilangan hutan 51 Km2 per hari, semakin buruk citra Indonesia di mata Dunia.
Padahal Indonesia merupakan paru-paru dunia dengan luas hutan no.3 di Dunia
setelah Brazil dan Congo.
Pendapatan per kapita Masyarakat
Indonesia juga masih jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara tetangga,
banyak yang pengeluaran tiap bulannya lebih besar daripada gaji yang diperoleh
dari tempat kerja. Bahkan seringkali muncul ungkapan “gaji kami 5,…. tanggal 5
sudah koma”. Dibutuhkan solusi untuk semua permasalahan ini.
GREEN PROPERTY, merupakan program
Gerakan Amankan Bumi sekaligus Amankan Masa Depan semua orang yang terlibat di
dalamnya. Program ini memadukan misi penghijauan dan bisnis perkayuan dengan
sentuhan teknologi tingkat tinggi. Potensi lahan tidur di Indonesia masih ada
39,7 juta hektar. Program ini terdiri atas Industri Hulu hingga Industri Hilir
yang terintegrasi menjadi satu, dikelola oleh perusahaan dengan legalilas yang
sangat lengkap berdiri sejak 2005 dan diawasi Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) dalam negeri Republik Indonesia. Kantor pusatnya ada di Jl. Terusan
Jakarta no.175A, Antapani, Bandung, Jawa Barat dan puluhan kantor cabangnya
telah tersebar di seluruh kota besar di Indonesia.
Green Property ini sangat efektif
untuk merealisasikan program menanam pohon sebanyak-banyaknya. Pohon yang
ditanam ialah pohon Jabon yang pertumbuhannya tercepat didunia, tahan terhadap
hama, setelah ditebang muncul tunas lagi. Rasionalisasi yang diungkapkan Geyra
Andet Priatama, M.Pd., salah satu pengusaha Green Property ialah sebagai berikut:
“Setiap 1 hektar pohon yang
ditanam akan selalu dirawat karena akan dimanfaatkan kayunya, sehingga pohon
itu terus menyerap CO2 dan menghasilkan O2. Meskipun 1 hektar ditebang, nilai
ekonomi yang diperoleh mampu untuk digunakan menanam kembali 10 hektar dan yang
ditebang juga muncul tunas kembali sehingga jumlah pohon yang tertanam semakin
banyak”
Penanaman perdana dilakukan tahun
2011 dan panen perdana telah diperoleh awal Januari 2016. Setiap pemilik pohon
bisa mendapatkan keuntungan 5X lipat bahkan unlimited bagi pemilik pohon yang
memberikan kontribusi terhadap perkembangan program Green Property ini.
Perusahaan telah menyiapkan budget untuk para Green Warrior (komunitas yang
mengajak orang menanam pohon) sehingga semua orang mau mengalokasikan aset
dalam bentuk pohon lengkap dengan berbagai fasilitas termasuk garansi (jika
mati diganti dengan pohon cadangan yang seusia). Akadnya jual-beli dan ijaroh,
jadi setelah kita membeli pohon yang sudah survive (usia 1 tahun) selanjutnya
dirawat oleh para petani binaan, menggunakan sistem bagi hasil, syirkah, misal
800 pohon dipanen dan diolah menjadi produk sehingga menghasilkan 800 jutaan,
maka satu pohonnya 1 juta (hasil panen + dibuat produk). Bagi hasilnya 70%
pemilik pohon dan 30% petani kemudian panen kedua 50 : 50 karena tidak
mengeluarkan biaya seperti diawal lagi. Info lengkap bisa dibuka websitenya
www.i-gist.id
“Setiap 3 pohon yang dipanen
selanjutnya diolah menjadi produk furniture & aksesoris kayu bisa
menghasilkan 15 juta rupiah sehingga para petani untung, para pemilik pohon
untung, dan perusahaan juga untung” tambahnya.
Menurut Geyra, program Green
Property ini bisa menjadi solusi untuk mempersiapkan Dana Pendidikan Anaknya,
Dana Pensiun, Membeli Rumah & Kendaraan, Ibadah haji/Umroh, dan persiapan
lainnya karena hasilnya jauh lebih besar dibandingkan investasi/asuransi apapun
yang ada di Indonesia, dan yang paling penting bebas Riba karena tidak
mengandalkan bunga, murni bagi hasil dari panen dan penjualan produk kayu yang
sekarang sudah mulai di ekspor ke luar negeri. Hanya Indonesia yang bisa
mengelola industri perkayuan berbasis perkebunan karena Indonesia ialah negara
kepulauan, iklimnya tropis karena dilalui garis katulistiwa sehingga sangat
subur dan cepat membuat tanaman tumbuh besar.
Green Property ialah industri
perkayuan pertama yang menghasilkan produk bernilai jual tinggi dengan standar
International dimana kayunya berasal dari Pohon yang ditanam sendiri, bukan
dari hutan alam. Green Property satu-satunya program yang memiliki Komunitas
Green Warrior yang sangat loyal menanam pohon sebanyak-banyaknya dan mengajak
masyarakat Dunia (banyak dari luar Indonesia yang telah ikut) untuk menanam
pohon di lahan yang masih tidak produktif. Saat ini sudah lebih dari 2.000
Hektar atau lebih dari 2 Juta pohon tertanam dan terpelihara. Kami mengajak
semua masyarakat untuk menanam pohon bersama di program Green Property sehingga
miliaran pohon bisa tertanam dan Gerakan Amankan Bumi akan terasa manfaatnya
untuk Dunia, kemudian produk kayu Jabon khas Indonesia (bisa dibuka di
www.gwoods.co.id) yang sudah mulai di ekspor ini bisa menguatkan nilai tukar
rupiah dan mempercepat Indonesia terbebas dari semua pinjaman dari luar negeri,
dan bagi kita semua yang menanam pohon di program ini bisa memiliki aset real
yang bebas Riba, ada pahala sedekahnya, hasil panennya bisa digunakan untuk
biaya sekolah anak, beli rumah, beli kendaraan, berangkat umroh/haji,
mengembangkan bisnis, menambah aset, hingga persiapan dana pensiun. Sehingga
program Green Property ini bisa jadi Solusi bagi Dunia, Indonesia, dan Masa
Depan Kita.
Info program,
Sri Widi Handayani Soekarno -
081314507916
http://i-gist.id/
No comments:
Post a Comment