Pilih Curhat atau Coaching
Emak
tentu sudah biasa curhat atau rumpi dengan teman menggunakan gadget. Rasanya
lega kalau sudah curhat ya. Apalagi dengan sahabat atau teman dekat. Apa yang
Emak dapatkan selain rasa lega? Sahabat tentu akan memberikan input atau
masukkan kepada Emak. Lalu apakah masukkan tersebut langsung Emak jalankan?
Curhat
dan coaching adalah sesuatu kegiatan yang serupa tapi tidak sama. Curhat dapat
melalui media whatsapp, sama halnya dengan coaching. Yuk, kita bedah curhat dan
coaching melalui whatsapp.
1. Curhat
-
Dengan sahabat atau orang yang sudah
dekat dan mendapat kepercayaan.
-
Lega setelah curhat.
-
Mendapatkan input atau masukkan dari
teman curhat.
-
Input atau jalan keluar hasil curhat
belum tentu cocok dengan Emak. Bisa jadi malah masalah menjadi bertambah parah
akibat pihak ke tiga ikut campur.
-
Ada rasa khawatir catatan curhat di
whatsapp akan tersebar luas. Emak harus pandai menjaga hubungan dengan sahabat
agar curhat tersimpan dengan rapi.
-
Teman curhat cenderung memaksakan
pendapatnya agar masalah lekas selesai.
-
Bila ada masalah lagi, Emak tidak
berdaya untuk mencari solusi sendiri.
2. Coaching
-
Dengan seorang coach professional,
terjadwal dan biaya tertentu sesuai kesepakatan.
-
Coach membantu mengarahkan Emak
(coachee) menemukan sendiri solusi atas masalah dari masalahnya sendiri. Solusi
sudah tentu cocok dengan Emak. Emak akan menemukan diri lebih memberdayakan
setelah proses coaching selesai.
-
Coach tidak memaksakan Emak mengikuti
usulannya.
-
Ada komitmen di awal sehingga Emak tidak
perlu khawatir proses coachingnya akan menjadi konsumsi publik.
-
Bila ada masalah lagi, Emak sudah
terlatih untuk menggali potensi diri menemukan solusi.
-
Tujuan coaching adalah selalu berpikir
positif dalam menghadapi masalah.
Setelah
Emak mempelajari perbedaan curhat dan coaching, mana yang Emak pilih? Mana yang
lebih baik untuk masa depan Emak? Pilihan ada dalam diri Emak sendiri.
Salam Bahagia,
Sri Widi Handayani
Soekarno l Inspiring Family Coach

No comments:
Post a Comment