Kehamilan yang tak kunjung datang
memang cukup membuat galau beberapa pasangan suami istri. Kegalauan akan
semakin bertambah bila ada campur tangan dari orang tua sendiri atau pun dari
mertua. Kadang tanpa sengaja ada pertanyaan terucap, “Kok belum hamil juga?”
Ada pasangan suami istri yang
dapat menyikapinya dengan dewasa dan santun. Ada juga yang akan terbawa emosi
dan merasa rendah atas ketidakmampuannya untuk memiliki momongan. Bahkan tidak
jarang akan timbul konflik diantara mereka dan saling menyalahkan.
Mudah hamil atau sulit hamil
adalah bagian dari rejeki yang Allah SWT berikan kepada kita. Bila kehamilan
tak kunjung datang, penulis memiliki beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh
pasangan suami istri. Langkah tersebut
antara lain adalah:
- Saling memeriksakan diri ke
dokter kandungan. Bukan untuk maksud mencari siapa yang salah namun untuk
mencari solusi yang harus ditempuh bila ada salah satu yang memiliki
kelemahan. Ada baiknya hasil yang diperoleh tidak diceritakan kepada
siapapun termasuk ke orang tua sendiri.
- Makan makanan yang bergizi
dan hindari stress yang berlebihan. Sediakan waktu bersama dan saling
mendukung satu sama lain. Stress pada istri akan memicu keputihan yang
akan mengakibatkan sulit hamil. Keputihan mematikan sel sperma. Untuk
keputihan, penulis akan berbagi tips untuk meringankannya. Ambil beberapa
helai daun bluntas, cuci bersih
kemudian direbus dengan air secukupnya bersama dengan seruas kunyit yang
sudah di keprek atau di tumbuk sedikit. Bila sudah mendidih, ambil airnya
lalu diminum pagi dan malam hari.
- Berdoa memohon kepada Allah
SWT yang terbaik. Perbanyak berbagi atau sedekah kepada sesama manusia.
Memohon doa dari orang lain sambil tidak lupa mendoakan mereka kembali.
Penulis memiliki pengalaman yang
bisa digunakan oleh pembaca terkait masalah sulit hamil. Saat itu penulis
berobat ke dokter kandungan dan mendapat terapi penyinaran dengan tujuan untuk
mengurangi nyeri saat haid datang. Namun itu belum membuahkan hasil. Kemudian
penulis mendatangi ahli refleksi dan diketemukan bahwa penulis sering mengalami
keputihan. Bapak Haji yang memijat menyarankan untuk rajin minum rebusan daun
bluntas seperti yang sudah penulis uraikan di poin 2 di atas. Penulis mengikuti
saran beliau dengan baik dan dibantu juga dengan mengkonsumsi aneka olahan
kecambah (resep dari almarhumah ibunda tercinta). Alhamdulillah, keputihan sembuh dan satu
bulan kemudian penulis positif hamil.
Bila itu semua sudah ditempuh
namun tetap belum hamil juga, pilihan ada di tangan pasangan itu sendiri. Hamil
memang bukan segala-galanya dalam suatu pernikahan. Namun itu dapat menjadi
problem menahun juga. Bicarakan baik-baik rencana dan langkah yang akan diambil
selanjutnya. Boleh meminta pendapat orang tua atau mertua. Namun mereka hanya
sebatas memberikan saran saja. Apapun yang terjadi, tetaplah berpikir positif.
Allah SWT pasti memiliki rencana lain yang lebih indah untuk kita.
Sri
Handayani Soekarno

No comments:
Post a Comment