Friday, April 8, 2016

TIPS MELAWAN MUSUH

Sejak kita dalam kandungan Ibu, Allah SWT telah melengkapi kita dengan takdir hidup kita kelak di dunia ini.  Salah satunya adalah takdir apakah kita akan banyak teman atau akan selalu dikelilingi oleh musuh. Semua tergantung kepada diri kita sendiri bagaimana cara kita menyikapinya.
Musuh kita akan senang bila kita terganggu dengan kehadiran mereka. Kebahagiaan mereka akan mencapai puncaknya bila kita menjadi sulit berkonsentrasi baik dalam belajar atau bekerja karena pikiran kita terusik dengan keusilan sikap atau mulut mereka. Bisa jadi lambat laun, perasaan kesal dan marah akan menumpuk di hati dan pikiran kita. Bila ini terjadi, kerugian ada di diri kita sendiri. Di antaranya adalah kita mudah jatuh sakit dan nilai kita akan merosot atau kinerja kita akan menurun.  Ingatlah, memang itu yang menjadi tujuan musuh kita.
Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan agar hidup kita tetap nyaman meski dalam lingkungan yang kurang mengenakkan.
1.      Rajinlah berdoa sebelum kita berangkat ke sekolah atau bekerja. Mohon perlindungan dari Allah SWT agar dijauhkan dari segala gangguan apapun.
2.      Bersedekahlah di tiap pagi hari. Setiap agama pasti mengajarkan agar kita rajin berbagi kepada sesama baik dalam keadaan lapang maupun susah. Bersedekah tidak selalu dalam wujud uang. Bisa dengan berbuat kebaikan seperti menolong orang menyeberang jalan, membuang sampah yang ada di jalan atau mendoakan kebaikan bagi sesama.
3.      Fokuskan niat kita untuk belajar atau bekerja. Lakukan saja yang terbaik dan jangan hiraukan omongan orang-orang di sekitar kita. Balas ejekan dan sindiran dengan senyuman tanpa kita bicara sepatah katapun. Semakin kita terlihat tangguh menghadapinya, musuh kita akan semakin lelah dengan sendirinya. Ingat, segala perbuatan pasti ada batasnya.
4.      Bila musuh sudah menggunakan kekerasan fisik dan menyentuh area tubuh kita, kita wajib membalas. Setelah itu tetaplah kita tersenyum dan katakan, “ Ini tidak akan terjadi kalau saya tidak disakiti terlebih dahulu. “  Segera tinggalkan dia dan jangan diam di tempat.
5.      Kadang ada juga musuh dalam selimut. Kita wajib berhati-hati dan belajar untuk dapat membedakan kebaikan teman yang murni atau palsu. Bila kita sudah mengetahui, kita harus menjaga jarak tanpa terlihat memusuhi. Sekali lagi, senyuman tetap menghias wajah kita.
Semoga ini bermanfaat J

Sri Handayani Soekarno


No comments:

Post a Comment