Sejak
kita dalam kandungan Ibu, Allah SWT telah melengkapi kita dengan takdir hidup
kita kelak di dunia ini. Salah satunya
adalah takdir apakah kita akan banyak teman atau akan selalu dikelilingi oleh
musuh. Semua tergantung kepada diri kita sendiri bagaimana cara kita
menyikapinya.
Musuh
kita akan senang bila kita terganggu dengan kehadiran mereka. Kebahagiaan
mereka akan mencapai puncaknya bila kita menjadi sulit berkonsentrasi baik
dalam belajar atau bekerja karena pikiran kita terusik dengan keusilan sikap atau mulut mereka. Bisa
jadi lambat laun, perasaan kesal dan marah akan menumpuk di hati dan pikiran
kita. Bila ini terjadi, kerugian ada di diri kita sendiri. Di antaranya adalah
kita mudah jatuh sakit dan nilai kita akan merosot atau kinerja kita akan
menurun. Ingatlah, memang itu yang
menjadi tujuan musuh kita.
Ada
beberapa tips yang dapat kita lakukan agar hidup kita tetap nyaman meski dalam
lingkungan yang kurang mengenakkan.
1. Rajinlah
berdoa sebelum kita berangkat ke sekolah atau bekerja. Mohon perlindungan dari
Allah SWT agar dijauhkan dari segala gangguan apapun.
2. Bersedekahlah
di tiap pagi hari. Setiap agama pasti mengajarkan agar kita rajin berbagi
kepada sesama baik dalam keadaan lapang maupun susah. Bersedekah tidak selalu
dalam wujud uang. Bisa dengan berbuat kebaikan seperti menolong orang
menyeberang jalan, membuang sampah yang ada di jalan atau mendoakan kebaikan
bagi sesama.
3. Fokuskan
niat kita untuk belajar atau bekerja. Lakukan saja yang terbaik dan jangan hiraukan
omongan orang-orang di sekitar kita. Balas ejekan dan sindiran dengan senyuman
tanpa kita bicara sepatah katapun. Semakin kita terlihat tangguh menghadapinya,
musuh kita akan semakin lelah dengan sendirinya. Ingat, segala perbuatan pasti
ada batasnya.
4. Bila
musuh sudah menggunakan kekerasan fisik dan menyentuh area tubuh kita, kita
wajib membalas. Setelah itu tetaplah kita tersenyum dan katakan, “ Ini tidak
akan terjadi kalau saya tidak disakiti terlebih dahulu. “ Segera tinggalkan dia dan jangan diam di
tempat.
5. Kadang
ada juga musuh dalam selimut. Kita
wajib berhati-hati dan belajar untuk dapat membedakan kebaikan teman yang murni
atau palsu. Bila kita sudah mengetahui, kita harus menjaga jarak tanpa terlihat
memusuhi. Sekali lagi, senyuman tetap menghias wajah kita.
Semoga
ini bermanfaat J
Sri Handayani Soekarno
No comments:
Post a Comment